Menggali kembali
May 8th, 2008 KatrolisaFriendster itu aneh. Akhir2 ini sungguh aneh. Well, benernya dari dulu aneh ding. Gimana ga aneh? udah sering maintenance, halaman sering error, update halamannya sering lama, dan tentunya banyaaaaak banget cewe cewe ABG lucu yang terdaftar di dalamnya (inikah alasan gw bertahan dan tetap jadi banci friendster?:P).
Kalo mau melihat situs social networking yang lain, sebenernya sekarang facebook sudah mulai dikenal sama orang Indonesia loh. Interfacenya mantab, banyak features, ada integrated chat, cihui lah. Tapi sayang, cewe cewe ABG lucu lucu itu belum banyak yang daftar fesbuk (halaaaaaaaah penting).
Well, eniwei baidewei cut memei..,
Gue sebenernya sih gak mau ngebanding2in situs social networking.
Intro tadi gw tulis biar gw bisa dicap sebagai “Woooow, mas mas tukang tulis blog yang punya cita rasa menulis yang tinggi serta mewangi digendong bidadari bidadari!”. (satu obsesi dalam diri, karna gw merasa dari jaman SD, setiap ada tugas mengarang, abis ngelarin tulisan dan gw baca sendiri, gw nya jadi puyeng sendiri)
Jadi begini, kisanak…
Gatau kenapa, tadi gw kangen bacain blog lama gw di friendster ( http://agakgo.blogs.friendster.com ). Selama hampir setaun ini, gw udah berhenti nulis disitu. Mengubur kenangan niatnya
. Walo toh tak semuanya bisa terkubur.
Gue baca blog FS gw dari belakang. Sambil sesekali geleng2 kebingungan baca tulisan sendiri, dan sesekali berkomentar : “ealah goblok!” (walo dalam hati bilang : “aduh yoga yang muda beberapa taun, kamu lucu sekali dulu ya..” halah).
Waktupun berlalu mendampingi gw yang syahdu membaca kenangan2 masa lalu. Sampe akhirnya gw terhenyak sama satu post gw di blog itu.
Judulnya : Bumi, 28desember2006
bumi , 28desember2006
seharusnya aku ikuti kata hatiku tentangmu
kamu yang melayang dalam sajak keraguanbukan tetap dan terus memaintain sifat goblokku
tertawa tawa seolah ramalan itu tidak adamasa bodohku pada kemungkinan
mencekokimu dengan mimpikulalu mabuk sambil tertawa tawa
sayang aku tidak liat sesuatu di balik tawamukau sembunyikan sayapmu
untuk terbang di kala aku senyum dalam tidurku
lalu
mengapa aku mencintaimu?
Hmm…….. kok dalem ya waktu dibaca. Walo gw sama sekali lupa gimana orang nulis sajak yang bener. Gw boro boro ngerti gimana buat sajak, membaca saja aku sulit, dan sepertinya teman teman malu main denganku. Halah.
Intinya, gw dulu terlalu yakin sama hubungan gw dengan seseorang. Gw ga pernah sadar dan ga pernah curiga, mengapa gw tidak pernah melihat “malaikat” gw memakai sayapnya ketika berjumpa dengan gw. Sampai pada akhirnya gw terlalu yakin. Bahwa “malaikat” gw gak akan lagi mempergunakan sayapnya untuk pergi, untuk meninggalkan gw.
Ternyata keyakinan itu adalah salah, Jendral! Of course she was an Angel who made me think she would never fly away. Tapi sebenernya dia telah menyembunyikan sayapnya untuk dipakai nanti pada saatnya. Untuk terbang, disaat gw terbuai dan tersenyum dalam mimpi2 bersama
, di saat gw TERLALU PERCAYA.
Well….
Itu masa lalu. Gw tau.
Tapi kenapa setelah baca tulisan gw itu. Sekarang gw seolah olah seperti memasuki proses yang sama ya. Cuman dalam waktu dan keadaan yang sedikit berbeda. Tapi tetep sama gejala gejalanya.
Gejala tertawa -> nyaman -> nyaman sekali -> terlalu nyaman -> tidur tersenyum -> ditinggal terbang
Hahahahahahahahahahahaha!!
So, why don’t you just fly away, NOW! instead of hiding your wings, and trying hard to put your sweetest smile on your face whenever i lay my eyes on you. Kalo kata orang jawa mah : “WHY? And For What Reason? Whaddaya Want?”
Bumi, Mei2008
